Tuesday, September 5, 2017

Real Zaragoza Sudah di Peringkat Terbawah, Siap Dilikuidasi Pula

Real Zaragoza Sudah di Peringkat Terbawah, Siap Dilikuidasi Pula
Real Zaragoza Sudah di Peringkat Terbawah, Siap Dilikuidasi Pula

Memori pahit musim 2007/2008 saat ini menghantui Real Zaragoza. Musim itu, sesudah enam th. bertahan di Primera Division, Zaragoza lengser ke kasta Segunda Division. Walau sebenarnya, mereka menyatukan 42 point. Jumlah angka yang pada umumnya juga akan melepaskan satu tim dari degradasi.

Real Zaragoza

Musim ini tambah lebih jelek. 21 kali bertanding, Blanquillos hanya mengemas 2 kali kemenangan, 6 hasil imbang, serta 13 kekalahan. 12 point yang diperoleh buat rata-rata pencapaian angka Zaragoza hanya 0, 57 angka/kompetisi. Bila dengan rerata 1, 11 angka/pertandingan saja mereka terdegradasi, terlebih sekarang ini.

Catatan Zaragoza yang mencatat 12 point dalam 21 pertandingan ini termasuk juga yang terburuk dalam histori La Liga. Hanya ada dua tim yang nasibnya lebih mengerikan dari pada Zaragoza sekarang ini. Mereka yaitu Xerez yang mempunyai 11 point dalam 21 pertandingan pada musim 2009/2010 serta Sporting Gijon pada musim 1997/1998.

Keadaan keuangan Zaragoza juga demikian jelek. Mereka terendam utang yang menjangkau sekitaran 92 juta euro. Utang yang berlarut-larut mulai sejak awal pertandingan ini meneror kehadiran Zaragoza. Bila tidak dapat membayar angsuran utang ini, bukanlah mustahil Zaragoza dilikuidasi.

Hanya satu jalan yaitu jual sebagian pemain pilar. Yang paling marak di jual yaitu bek Ivan Obradovic (Serbia). Pemain kelahiran 1988 ini, menurut Marca, jadi yang paling berpeluang memberi dana fresh untuk club.

Sesungguhnya, bukanlah Zaragoza saja yang alami krisis keuangan. Tetapi, diliat dari tempat di klassemen, kesempatan club beda bertahan di Primera Division masih tetap semakin besar. Sporting Gijon, posisi 19 dengan 19 angka, hanya berlainan 3-6 point dengan mereka yang duduk di posisi 12. Hanya Blanquillos yang paling punya potensi terkirim ke Segunda Division ; sekalian kehilangan beragam mata pencaharian club.