Tuesday, September 5, 2017

Pasca El Clasico Desember Real Madrid Konsisten, Barcelona Menurun

Pasca El Clasico Desember Real Madrid Konsisten, Barcelona Menurun
Pasca El Clasico Desember Real Madrid Konsisten, Barcelona Menurun

Seberapa besar dampak El Clasico untuk Real Madrid serta Barcelona? Jawabannya mungkin saja sangat hiperbolis, tetapi kenyataannya menyakitkan untuk pendukung Blaugrana. Untuk Real Madrid, El Clasico tidak bermakna apa-apa, sedang Barcelona berasumsi duel panas ini yaitu semuanya.

Real Madrid Barcelona El Clasico

Hal semacam ini dapat diliat dari rekor ke-2 club saat gegap gempita permainan indah Barcelona di El Clasico Desember kemarin. Saat itu, Real Madrid betul-betul kalah kelas dari pasukan Pep Guardiola. Score 1-3 mutlak layak untuk sang juara bertahan La Liga.

Tetapi, Real Madrid seperti telah menaruh pesan tersembunyi Jose Mourinho : lupakan perlunya duel dengan Barcelona. Kalah dari Pep Guardiola tidak problem seandainya rentetan kemenangan beruntun selalu menghiasi skuad Santiago Bernabeu.

Kenyataannya, sesudah dibekap El Barca 11 Desember, Real Madrid bertanding dalam 12 kompetisi. Enam di La Liga, enam di Copa del Rey. 10 kemenangan dijalani serta mereka hanya menanggung derita 1 hasil seri serta 1 kekalahan dari Barcelona. Selama saat itu, ada 35 gol yang disarangkan Los Blancos. Sama dengan 2, 91 gol tiap-tiap kompetisi.

Selama ini, dampak El Clasico hampir tak ada untuk Real Madrid. Mereka bisa saja lebih inferior dari pada Barcelona, namun Los Blancos tahu kalau di La Liga, kalah di El Clasico hanya kehilangan 3 angka ; serta bukan hal yang mutlak.

Hal demikian sebaliknya berlaku untuk Barcelona. Selepas El Clasico mereka memerankan 15 kompetisi. 6 di La Liga, 2 di Piala Dunia Antar Club, 7 di Copa del Rey.

Blaugrana seakan masih tetap nikmati ekstase terlalu berlebih telah menumbangkan Real Madrid pada El Clasico Desember. Buktinya, dalam 15 pertandingan itu, ada 4 hasil seri. Tiga salah satunya berlangsung berturut-turut.

Persentase kemenangan Real Madrid saat El Clasico Desember menjangkau 83%. Banding dengan Barcelona yang hanya 73%.

Pemilihan titel juara diperoleh dari kekonsistenan mencapai 3 angka. Real Madrid, tak tahu lewat cara pragmatis atau indah, mencapainya di tangan Jose Mourinho. Hal yang berlangsung saat The Special One melatih Chelsea serta Internazionale. Sesaat, Barcelona dengan permainan indahnya, selalu menghibur pemirsa, tetapi kehilangan kesempatan menang 4 kali.