![]() |
| Rayo Vallecano Tim Tersubur di Liga Spanyol Setelah Real Madrid dan Barcelona |
Apa yang dipikirkan orang saat mendengar label “tim terproduktif” menempel pada suatu club? Mungkin, club ini tengah merangsek untuk memperoleh titel juara. Mungkin saja juga, paling tidak club itu mati-matian berkompetisi untuk ticket Liga Champions. Paling sial, club barusan berkejaran untuk Europa League. Tetapi, hal semacam ini tidak tergambar dari Rayo Vallecano ; paling tidak sampai minggu 31 Liga Spanyol.
Rayo Vallecano vs Osasuna 6-0
Dengan meluluhlantakkan Osasuna 6-0, Rayo terdaftar jadi club tersubur ke-3 di La Liga. Mereka memanglah jauh ada dibawah Real Madrid (100 gol, 31 kompetisi) atau Barcelona (94, 32 kompetisi). Jumlah gol Rayo bahkan juga tak ada setengahnya dari jumlah gol Real Madrid. Tetapi, dibanding 17 peserta La Liga beda, club Vallecas layak membanggakan diri.
48 gol yang di buat Rayo sampai minggu 31 tambah baik dari pada Malaga (47 gol), Valencia (46 gol), Bilbao (45 gol), Levante (44 gol), serta Atletico (42 gol). 12 club beda belum juga dapat cetak lebih dari 39 gol sampai selama ini.
Sayangnya, produktivitas Rayo tidak disertai tiga hal ; dua salah satunya cukup mendasar ; serta yang paling akhir dapat diabaikan.
Yang pertama, kesuburan Rayo tidak di dukung dengan lini pertahanan yang mumpuni. Sampai minggu 31, club pinggir Madrid ini duduk di posisi ke-3 masalah terbobol. Gawang club Vallecas telah terkoyak 53 kali ; lebih jelek dari Osasuna (52 kali) sekalian tambah baik dari pada Real Zaragoza (56 terbobol) serta Sporting Gijon (58 gol).
Yang ke-2, jumlah point. Sekarang ini, dengan ketajaman yang tidak sesuai sama pertahanan club, Rayo masih tetap tercecer di papan tengah (posisi 12). Mereka peroleh 40 angka ; cukup jauh dari Malaga yang di posisi ke-3 dengan 50 angka. 12 kemenangan Rayo dijajarkan dengan 15 kekalahan mereka selama musim.
Yang ke-3, yang sedikit ironis, dengan produktivitas mumpuni, top skorer club tidaklah penyerang. Pencetak gol paling banyak kubu Rayo Vallecano yaitu seseorang Miguel Perez Cuesta atau Michu yang peroleh 15 gol. Baru sesudahnya keluar duo penyerang. Diego Costa dengan 7 gol, serta Raul Tamudo dengan 8 gol. Uniknya, bila jumlah gol duo striker Rayo ini dikombinasi meskipun ; akhirnya tetaplah sama juga dengan jumlah gol Michu.
Masalah paling akhir, mengenai seseorang gelandang yang produktivitasnya diatas dua penyerang paling utama club, pasti tidak sangat bermasalah untuk Rayo.
Josep Guardiola mungkin saja jadi penemu skema False Nine (Nomor Sembilan Palsu) dengan menempatkan Lionel Messi jadi penyerang ; sesaat beberapa penyerang club disuruh untuk melebar serta mengumpan pada sang nomor 10. Tetapi, problem praktek False Nine, dengan status Michu yang murni gelandang, pelatih Rayo sekarang ini, Jose Ramon Sandoval, nampaknya tidak ingin kalah dengan Pep.
untuk mendaftar agen bola ada di sbobet asia
